RSS

Jumat, 08 April 2011

Peluang Bisnis Jasa Bordir Komputer

Produk fashion yang dihiasi oleh aplikasi bordir tak hanya terbatas pada pakaian muslim dan kerudung. Kini, penggunaan seni hias bordir sudah menjamah ke berbagai produk fashion lainnya, seperti jaket, celana denim, hingga sepatu. Jadi kian mudah, ketika membordir bisa dilakukan dengan teknologi komputer. Bisnis jasa bordir komputer pun berkembang pesat.
Seni hias bordir merupakan bagian dari salah satu teknik menjahit. Tak hanya sekadar menempelkan benang pada permukaan kain, teknik membordir membutuhkan keahlian tersendiri untuk merajut beragam warna benang yang dipadu membentuk motif tertentu.
Awalnya, teknik bordir dilakukan dengan mesin bordir manual menggunakan genjotan kaki. Namun, seiring perkembangan teknologi, mesin jahit manual sudah bisa digantikan perannya dengan mesin bordir dengan teknologi komputer. Membordir menggunakan teknologi komputer ini memiliki banyak keunggulan ketimbang menggunakan mesin manual. Selain pengerjaan membordir menjadi jauh lebih cepat, tingkat presisinya atau ketepatannya pun jauh lebih baik.
Walaupun awalnya hasil jahitan teknologi bordir komputer belum begitu bagus, saat ini kualitasnya sudah jauh lebih baik. Bahkan, teknik bordir mampu meningkatkan harga jual produk, karena keindahannya dan proses pembuatannya yang lumayan rumit.
Dewasa ini, desain bordir tak hanya menjadi penghias baju muslim, kerudung, atau mukena. Teknik bordir sudah meluas ke berbagai produk fashion lain seperti topi, celana, topi, seprai, bed cover, sampai sepatu.
Kaos dan jaket yang umumnya selama ini disablon pun, saat ini sudah mulai beralih ke bordir. “Karena memang teknik bordir jauh lebih tahan lama ketimbang disablon yang mudah rusak jika sering dicuci dan disetrika,” kata Shanty Rahayu, pengusaha bordir komputer di Surabaya.
Karena itulah, potensi bisnis jasa bordir komputer masih sangat potensial. Shanty bilang, hanya dengan bermodalkan satu mesin bordir, orang sudah bisa menjalankan usaha jasa bordir komputer seperti dirinya.
Memang harga mesin bordir tidak murah. Harga mesin bordir yang memiliki satu kepala saja mencapai Rp 75 juta per unit. Adapun harga mesin bordir yang memiliki hingga 12 kepala harganya bisa lebih dari Rp 200 juta per unit.
Tapi, dengan potensi pasar yang masih begitu besar, modal sebesar itu rasanya masih masuk akal. Dalam sehari, ia bisa membordir hingga tiga unit bed cover. Harga jasanya sekitar Rp 150.000 per unit.
Adapun untuk blus, Shanty bisa mengerjakan sampai 50 unit per hari dengan biaya jasa berkisar Rp 15.000 hingga Rp 200.000 per unit. Harga jasa bordir, tergantung tingkat kesulitan motif dan banyaknya ruang kain yang dibordir.
Kadang ia pun menerima pesanan membordir kerudung katun paris yang saat ini tengah tren di masyarakat. Dalam seminggu, Shanti bisa mengerjakan hingga sepuluh kodi kerudung.
Dalam sehari minimal ia bisa meraih order senilai Rp 500.000. Omzet Shanty bisa sampai Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per bulan. “Bahkan, jelang Lebaran omzet saya bisa meningkat sampai 100%,” katanya.
Tak hanya pesanan membordir yang datang, Shanty pun menerima jasa pembuatan desain motif dari berbagai daerah. Harga jasanya sekitar Rp 200.000-Rp 300.000 per motif. Hasil kreasi motif buatannya ini lantas dikirim melalui email. “Saya juga membuka kursus membordir dengan teknologi komputer di sini,” ujarnya.
Doni Yoseph, pemilik gerai Bordir Plus di Jakarta, sukses mengembangkan bisnis bordir komputer sejak sepuluh tahun silam. Dalam bordir komputer, materi desain dilengkapi dengan perangkat scanner serta file image yang siap diproses oleh komputer.
Jika diperlukan koreksi, file tersebut bisa diolah dengan software image atau photo editing sehingga kualitas materi desain menjadi sempurna.
Doni bilang, peningkatan permintaan datang ketika musim libur sekolah. Banyak pesanan bordir baju sekolah yang datang ke gerainya yang saat ini berada di 30 lokasi di Indonesia.
Doni mengatakan, setiap gerainya mampu membukukan omzet sekitar Rp 30 juta per bulan. Jadi, total omzet dari 30 gerainya sekitar Rp 900 juta per bulan. “Marginnya mencapai 50%,” tutur Doni.
Tentu saja, di bisnis yang menjanjikan ini, persaingan sudah ketat lantaran pemainnya cukup banyak. Agar bisa bersaing, Doni bertekad akan terus berinovasi dengan desain-desain bordir baru yang unik dan lucu.
http://trijayanews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar